Arah pengolahan data
Tentukan tujuan analisis sejak awal agar alur input dan machine learning menyesuaikan otomatis.
Masukkan sandi untuk membuka workspace analisis.
Ekstraksi fitur, analisis multivariat, dan machine learning dalam satu alur kerja yang terstruktur.
Pilih klasifikasi, klusterisasi, atau regresi; kemudian masukkan data raw E-Nose.
Tentukan tujuan analisis sejak awal agar alur input dan machine learning menyesuaikan otomatis.
Pilih folder atau ZIP setelah menentukan arah analisis. Mode regresi menggunakan satu folder/ZIP raw tanpa label.
Pilih folder kelas satu per satu, misalnya Kopi, Teh, atau Kontrol.
Satu ZIP/RAR mewakili satu label. Nama label dapat diedit setelah arsip dipilih.
Nama sensor dideteksi otomatis dari header data yang dipilih pada Step 1.
Suhu dan humidity dideteksi dari header data yang sama.
Pilih data pada Step 1 untuk mendeteksi kolom Phase secara otomatis.
Default 4 Hz. Nilai ini digunakan untuk mengubah jumlah sampel Phase menjadi durasi detik.
Waktu sampel ditarik masuk ke dalam chamber.
Waktu sampel ditahan di dalam chamber.
Waktu pembersihan chamber dan pemulihan sensor.
Fitur respons/kinetik tetap menggunakan pembagian fase injection, delay, dan purging.
Progress proses akan ditampilkan. Anda tetap dapat menggunakan antarmuka selama komputasi berjalan.
Jalankan ekstraksi pada tahap sebelumnya.
Data hasil ekstraksi yang siap digunakan pada tahap analisis dan machine learning sesuai arah pengolahan yang dipilih.
Pilih satu metode ekstraksi fitur untuk membandingkan distribusi seluruh sensor.
Suhu dan humidity dianalisis otomatis bila kolom lingkungan ditemukan pada data raw.
Jalankan ekstraksi terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke tahap ini.
PCA dihitung hanya dari X. Label baru dipakai setelah proyeksi untuk warna dan simbol scatter.
Setiap titik adalah satu observasi. Label hanya mengatur warna/simbol setelah koordinat PCA selesai dihitung.
Menunjukkan fitur sensor yang paling berkontribusi terhadap arah PC1 dan PC2.
LDA menggunakan X dan label y untuk memaksimalkan variasi antar kelas serta meminimalkan variasi di dalam kelas.
Pilih metode ekstraksi, algoritma, split test, dan jumlah fold.
Cross-validation dilakukan hanya pada training set. Baris ringkasan menampilkan mean ± sample standard deviation.
Baris = label aktual, kolom = prediksi model pada test set yang tidak dipakai training.
Kurva dihitung dari score/probabilitas model pada test set.
K-Means menggunakan StandardScaler, K-Means++, dan solusi inertia terbaik.
Cross-validation hanya menggunakan training set. Ringkasan menampilkan mean ± sample standard deviation.
Scatter memperlihatkan kedekatan prediksi terhadap garis ideal y = x.
Residual = aktual − prediksi. Sebaran acak di sekitar nol diharapkan.